Tahukah anda ternyata di kalangan pancinger Yogyakarta, Purworejo, Kebumen sampai Cilacap banyak yang menggemari mancing sidat atau belut. Sungai-sungai besar di daerah tersebut seperti sungai Progo, Bogowonto dan anak-anak sungai kecil di pesisir selatan Pulau Jawa banyak di datangi sidat-sidat besar dari samudera Indonesia untuk berkembang biak. Peristiwa berkembang biaknya sidat dari samudera Indonesia ke Sungai di selatan Pulau Jawa, sama persis fenomena american eels (belut amerika) yang melakukan perjalanan panjang dari lautan atlantik ke daratan amerika.
Proses perkembang biakan sidat inilah diketahui oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya dimana belut besar sering terlihat disekitar sungai. Lalu para pancinger pantai selatan Jawa ini mencoba memancing sidat dengan bermacam tehnik dan cara.
Mancing sidat kini merupakan salah satu favorit pancinger di Yogyakarta dan sekitarnya, terutama pada musim hujan. Memang paling oke untuk mancing sidat jika siang hujan namun malam enggak hujan dengan kondisi sungai enggak banjir sehingga airnya enggak besar-besar amat, itu saat yang tepat buat mancing sidat, atau pas air sedikit keruh.
Sidat termasuk spesies yang kuat, senar 0,30/0,35 melawan sidat yang diperkirakan besar selengan atau lebih akan mudah putus, apalagi di daerah yang berarus agak deras. Kalo mau aman pakai kenur 0,50 atau 0,60 cukup aman melawan sidat. Kenur 0,80 juga cukup kuat.Sebagai untuk mancing sidat adalah umpan kadang pakai cacing kruntel, katak kecil atau usus ayam.***mrk


0 komentar:
Post a Comment